okey, mungkin saya naif atau ekspektasi saya terlalu tinggi dalam hal pertemanan.
Terlalu naif untuk memandang bahwa semua orang baik, semua orang TULUS mau berteman dengan saya. Padahal kenyataannya?
Hm… si A temenan sama saya karena ini, si B temenan sama saya karena itu. Yang intinya mereka semua punya maksud & tujuannya masing2 ketika berteman dengan saya.
Padahal, kalau sajah mereka tulus, tanpa mereka mintapun, saya mau kok kasi apa yang mereka butuhkan karena mereka adalah teman saya.
Juga tentang pertemanan saya dengannya, saya harap saya tidak lagi kecewa dalam pertemanan untuk yang kesekian kalinya.
Pernahkah kau merasa, bertemu dengan orang baru, melewati beberapa hari bersamanya, mengenalnya lebih dekat tentang kehidupannya yang keras dan seketika itu pula kita ngerasa deket ?
Saya merasakan itu dengan dia.
Dia yang pernah berbagi tentang cerita keluarganya, dan membuat saya bertanya2 kenapa dia segampang itu bercerita tentang kehidupannya kepada saya, orang yang baru dikenalnya beberapa waktu.
juga tentang kehidupan masalalunya yang keras, yang membuat saya bersyukur kalau kehidupan saya ternyata lebih mudah sehingga saya menjadi yang sekarang ini.
cyber lovenya, yang bikin saya speechless karena semua omongan saya waktu itu sama sekali tidak diindahkannya.
Sekali lagi, semoga saat ini saya tidak sedang naif & berharap terlalu tinggi kepada teman saya yang satu ini. Walau kemarin dia lebih terlihat seperti roti basi yang melempem karena ternyata maagnya kambuh & sisa atmosfer ujian masih terasa.
Pokoknya, saya ga pernah rela pisah kalo ketemu dengannya.
come back soon -_-