easy come, easy go

see?

untuk yang kesekian kalinya, saya males berhubungan dengan hal2 yang berbau instan.  Heyrann, ga kapok2 seperti ini…

Bukan darinya, tapi tiba2 saya males untuk memompa perasaan ini untuk diteruskan.

Ayoo balik lagi ke zona nyaman dan aman

grow up & wake up.

limited patience

i’m still ordinary human who has limited patience.  The silence is not about i agree with current opinion. Why dont you ask mine than just guessing?

Just ask me, tell me what bothered you. Just open your mouth and release words. Since i’m just ordinary human NOT mindreader.

unreachable

errrggghhhh males banget deh.

katanya mau nelpon balik, tiba sms bilang ada keperluan.

hm..okey, saya emang mo nelpon untuk marah2 dan cerita2
tapi… ya sudahlah…

do you know that you’re unreachable now ?

naif

okey, mungkin saya naif atau ekspektasi saya terlalu tinggi dalam hal pertemanan.
Terlalu naif untuk memandang bahwa semua orang baik, semua orang TULUS mau berteman dengan saya. Padahal kenyataannya?
Hm… si A temenan sama saya karena ini, si B temenan sama saya karena itu. Yang intinya mereka semua punya maksud & tujuannya masing2 ketika berteman dengan saya.
Padahal, kalau sajah mereka tulus, tanpa mereka mintapun, saya mau kok kasi apa yang mereka butuhkan karena mereka adalah teman saya.

Juga tentang pertemanan saya dengannya, saya harap saya tidak lagi kecewa dalam pertemanan untuk yang kesekian kalinya.

Pernahkah kau merasa, bertemu dengan orang baru, melewati beberapa hari bersamanya, mengenalnya lebih dekat tentang kehidupannya yang keras dan seketika itu pula kita ngerasa deket ?

Saya merasakan itu dengan dia.
Dia yang pernah berbagi tentang cerita keluarganya, dan membuat saya bertanya2 kenapa dia segampang itu bercerita tentang kehidupannya kepada saya, orang yang baru dikenalnya beberapa waktu.
juga tentang kehidupan masalalunya yang keras, yang membuat saya bersyukur kalau kehidupan saya ternyata lebih mudah sehingga saya menjadi yang sekarang ini.
cyber lovenya, yang bikin saya speechless karena semua omongan saya waktu itu sama sekali tidak diindahkannya.

Sekali lagi, semoga saat ini saya tidak sedang naif & berharap terlalu tinggi kepada teman saya yang satu ini. Walau kemarin dia lebih terlihat seperti roti basi yang melempem karena ternyata maagnya kambuh & sisa atmosfer ujian masih terasa.
Pokoknya, saya ga pernah rela pisah kalo ketemu dengannya.

come back soon -_-

quit

sometimes, i’m the conflict-maker.
but now, just feel that my mission is not in line with theirs.

And now, i’ve decided to get out from this circle.
i quit.

what i want is just blogging.
let me being addicted deeper.

Blog at WordPress.com.
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.