freeze

freeze

freeze

Entah apa yang membawaku melangkahkan kaki keluar dari rumah untuk pergi ke toko buku di siang bolong seperti ini. Aku selalu takut aku akan melebur karena panasnya terik matahari.

Yah tertawalah dan katakan aku berlebihan, tapi hal itu benar adanya. Luki lah penawar leburku, saat dia pergi dariku, hilanglah sudah kekebalanku. Untunglah perlahan mentari menyembunyikan dirinya di antara awan-awan kelabu membuat langit menjadi mendung.

Aku berdiri di tepi jalan. Berdiri dengan posisi agak serong ke kanan, menunggu angkutan lewat menuju ke tujuan ketidakjelasanku. Sudah 10 menit berlalu, angkutan yang kutunggu tiada datang jua, sesekali kuubah posisiku untuk mengamati angkutan yang kumaksud dengan trayek yang berlawanan di ruas jalan sebrang.

Mengamati ramainya lalu lintas di ruas jalan sebrang dan pandanganku selalu berakhir di badan-badan angkutan yang silih berganti. Jarang sekali aku bisa melihat tepi ruas jalan sebrang dengan sempurna.

Arusnya perlahan melenggang dan aku bisa menangkap tepi ruas jalan itu lengkap dengan bangunan-bangunan yang menyertainya dan juga sosok yang terpaku disana, lurus menatapku lekat, mengunci mata & membuat aku berdiri kaku di posisiku.

Sama-sama menatap, sama-sama mencoba kembali berbicara lewat pandangan dan mencoba untuk menerjemahkan dengan hati. Tidak berhasil, aku tidak lagi berhasil memahami tatapannya. Ingin kulepaskan kunci tatapannya, menggerakkan ragaku, melepaskan diri dari hipnotisnya, tapi dia mengunciku terlalu kuat, lebih kuat dari sebelumnya.

Tatapan yang kuat, tatapan yang mengembalikan semua rasa nyaman yang pernah hadir, tatapan yang sama yang dulu mengantarkan rasa cinta dan melupakan dalamnya luka yang masih basah.
Hentikan waktu, biarkan dia kembali mengunciku, aku tak ingin dia memalingkan matanya untuk memandang yang lain.
Dan sejuta doa mustahil yang memerlukan 99% keajaiban, terus kulafalkan dalam hati.

Kesadaranku pulih saat dia mengguncangkan bahuku pelan.
“Ta ? kamu baik-baik saja ?”tanyanya.
Aku kembali memegang kendali atas ragaku.

“… uh.. maaf. Yaya aku baik-baik saja. Jangan kuatir”
Kami terdiam sesaat, mencoba mengatur detak jantung karena kecanggungan, kemudian mencoba memulai percakapan, tapi sialnya pada detik yang bersamaan.

“Maaf, kamu duluan, Ta”
“Maaf juga. Hm.. apakabar Ki ?”
“Baik Ta, kamu ?”
“Fine, Ki”

Hentikan basa basi garing ini, Ki.

Diam.

“Hm.. mau kemana kamu Ta, siang2 begini?”
“tokobuku, kamu?”
“Aku baru dari toko sebrang, tapi tidak menemukan apa yang kucari” jelasnya sambil menunggu toko disebrang jalan.

Kembali terdiam. Aku memilih untuk membuang pandangan kembali ke arah datangnya angkutan yang kutunggu.
“Tumben kamu keluar siang-siang begini?”
Crap! Kamu masih ingat kalau aku akan melebur karena sinar matahari?!

“he eh.. aku sudah kehabisan bahan bacaan dan berniat cari buku baru”jawabku asal, padahal akupun tak tahu mengapa aku kesana.
“destination nowhere, right?”
Crap, twice! He is a mind-reader and still knows my habit. Nyengir kuda.

“punya waktu sebentar kan?”ajaknya. Hampir saja aku menggangguk tanpa syarat, untungnya aku berhasil mengontrol tubuhku yang kadang berkhianat.
“kemana & mau apa?”pertanyaan retorik, tak dijawabpun tak apa. Tak penting!
”aku hanya ingin berbincang denganmu, pilih tempatnya”
Crap, I have no idea where I’m going to, except bookstore off course!

Otakku masih berpikir mencoba mengingat tempat-tempat netral yang kuingin datangi detik ini juga.
Dia menggenggam tanganku dan aku biarkan membawa kesadaranku pergi.

Undefined destination…

Advertisements

7 thoughts on “freeze

  1. aku makin tau gayanya nih, sya. gini neng, kamu harus sudah menciptakan konflik juga. para tokoh dan konfliknya harus diuraikan. jangan singkat begini. nanti jadi gak jelas ceritanya. pembaca harus dibuat penasaran ttg konflik para tokoh. coba diperpanjang cerpennya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s