kerapatan

kata ibu2 di belakang shaf sayah pas tarawih semalem : “duuuh, kenapa shafnya jadi umplek2an (dempet2an) gini sih? itu liat di sajadahnya (sajadah mesjid maksudnya) satu orang satu kotak!”

padahal 1 ‘kotak’ sajadah itu lebarnya sekitar 65 cm belum termasuk border kotaknya yang kiri-kanannya masing2 kira2 5 cm. sayah ajah yang lumayan ‘lebar’ 65 cm ga abis kepake sendiri :(. 

kata temen2 kantor sayah pas sholat berjamaah : “aduuuhh lu geseran napa, jangan injek2 kaki gua, kan masih lowong tuh sebelah lu”

kata Andy tentang kerapatan shaf : “…Di halte yang kecil, Saya dan puluhan calon penumpang busway lainnya kudu mengantri, saling himpit menghimpit, seolah tubuh Kami menyerupai batang magnit dengan kutub yang berlainan. Tubuh saling menempel dan jauh lebih rapat ketimbang ketika Kami memposisikan diri pada waktu sholat, sehingga setan tak bisa menyelinap diantara kami”

dari forum NU hasil googling :

Firman Allah dalam Qur’an, Surat Ash Shaf, ayat 4: “Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam barisan yang rapi bagaikan bangunan yang kokoh.

Seorang sahabat yang bernama Nu’man bin Bashir mengatakan: ‘Ketika Rasulullaah bersabda: “Rapikanlan barisan (shaf) kalian”, maka para sahabat merapatkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan maka kakinya dengan mata kaki temannya.’

Allah menyukai barisa yang rapi. RasulNya memerintahkan umat Islam untuk merapikan shaf. Para sahabat menjalankan perintah Rasulullaah dengan merapatkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan maka kakinya dengan mata kaki temannya.

Shaf yang rapat itu cermin dari keakraban (saling mendekat), persatuan (tak terpisahkan) dan kekuatan.

Advertisements

2 thoughts on “kerapatan

  1. memang seharusna seperti itulah shaf..
    Bahu menempel bahu,
    lutut menempel lutut,
    pinggiran telapak kaki menempel pinggiran telapak kaki.

    Alhamdulillah di purwokerto banyak yg masjid/mushola yg mengamalkan ini…jadi sajadah yg kotak2 itu ndak kepake…

    tapi di daerah lain…begitu saya merapat, malah sebelah saya menjauh, jadinya malah kejar-kejaran waktu shalat.. 😆

    • semalem pas sayah tarawih juga begitu. pas sayah deketin, eh dia bilang gini,
      “geseraan dongs, ntar lu ga bisa duduk tahiyat akhir loh”

      tewewew

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s