Penampilanmu = siapa istrimu

Sejak saya menikah, saya yang tadinya cuek, akhirnya mulai mengamati dan mempertanyakan banyak hal. Perubahan lingkungan juga lambat laun mengubah cara pandang saya.

Seperti salah satu kutipan ini :

Tugas suami ya mengurus istri. Penampilan suami merupakan penilaian orang terhadap pekerjaan istri sebagai pengatur penampilan si suami.

Ketika saya bertemu dengan seorang pria menikah yang rapi jali, wangi semerbak, tentu saja opini saya (untuk konsumsi saya sendiri) adalah : istrinya hebat bisa mengurus suaminya dengan sangat baik.

Tentu saja, definisi rapi jali bukan harus menggunakan kemeja, atau harus menggunakan merk terkenal atau harus berwajah tampan. Tapi cukup berpakaian sesuai dengan kondisi, bersih dan layak.

Jadi, kalau saya bertemu seorang pria menikah dan berpenampilan yang membuat mata saya sakit,

saltum

kira2 kemungkinan penyebabnya banyak :

  • istrinya tidak mengurus suaminya dengan baik
  • suaminya sudah disarankan cara berpakaiannya, namun dia punya pendapat sendiri
  • istrinya sedang repot mengurus anaknya
  • si suami baru pulang dari out-there-some-where dan tidak ada istrinya disana
  • dsb dsb

Tapi dari semua kemungkinan di atas, ada salah satunya opini saya tentang observasi tersebut.

Opini saya untuk diri saya sendiri dan bukan untuk dijadikan opini publik 🙂

Moral of the story : Jangan sampe orang lain beropini seperti saya ketika melihat suami saya 😐

tapi itu kan karena dia kurus…

Malam minggu itu, ketika sedang membicarakan topik wedding stuff, tiba2 sampailah pada gaun pengantin.

Saya : eh yang, aku jadi inget, waktu itu pernah posting gambar gaun pengantin… sebentar ya.

saya pun mencarinya di blog saya. Saya ingat waktu itu pernah posting PR berantai. Ini linknya.

Saya : bagus kan ya?

Kekasih : iya.. bagus banget…

Saya : nah kalo yang ini kan cocok tuh kalo kamu pake jas.

Kekasih : ehm.. cocok sih, tapi… itu kan karena dia kurus..

Saya : huwattt?!!!! SAYAAAANGGGG, MAKSUDMU APA?!!

@$#%@$!^!$&!^@%….

unique way

just like this saturday night. Just sit together, side by side. I’m in front of my laptop and he is behind me with his mobile.

Then i signed in to facebook, seeing that has happened there.

suddenly, he appears on the chatbox, just want to say hi.

dear, i love the way you love me…

thank you for loving me.

leisure time

jumat malam, di cafe XXI megaria.

Saya, si boss dan kedua SPV dinner di cafe tersebut sambil menikmati live music di situ. Pesanan makanan dan minuman pun sudah berpindah dari meja ke perut masing2. Singer masih menyanyikan lagu2 request yang diminta oleh beberapa pengunjung dan sesekali kami ikut menyanyikan liriknya. Begitu menikmatinya…

Sampai spv saya tiba2 dengan polosnya komentar,

“enak juga ya sering2 hura2 kaya gini”

Kita semua langsung ngakak. Kok hura2 sih? lebay pisan deh. Tapi dia tetap melanjutkan kalimatnya.

“kalo dengerin lagu gini, stress jadi hilang…”

Hihihi… sayah cekikikan ajah mendengar komentarnya. Ya maka dari itu kan banyak orang yang nongkrong hang out di kafe2 doing nothing just listening and feeling the atmosphere.

While on the same time, i’m asking myself whether this leisure time that i never let it go?

Huaaaa.. honestly, saya masih enjoy dengan saat2 seperti ini. Dimana saya masih bisa menghabiskannya sesuka hati saya dengan orang2 yang saya mau. Tapi sampe kapan saya akan menikmatinya?

hm… masih belum tau jawabannya…