easy come, easy go

see?

untuk yang kesekian kalinya, saya males berhubungan dengan hal2 yang berbau instan. ¬†Heyrann, ga kapok2 seperti ini…

Bukan darinya, tapi tiba2 saya males untuk memompa perasaan ini untuk diteruskan.

Ayoo balik lagi ke zona nyaman dan aman

grow up & wake up.

Advertisements

broken wings

tau apa saya tentang patah hati sehingga beberapa hari lalu, saya berulang2 ‘menasehati’ teman kos an saya.

Yup, kita dulu menjalani kisah yang sama. Jalan dengan seorang seorang yang kita coba paksakan untuk menjadi soulmate di jalur yang berbeda. Udah ketauan, akhir2nya stuck, buntu dan jalan di tempat. Pupus semua harapan, hilang separuh nafas ketika kita sama2 ga bisa memaksakan diri untuk saling me-soulmate-kan diri satu sama lain.

Ga ada kata menyerah, ga ada kata tentang berpaling. Sampai titik darah penghabisan pun, kami mau memperjuangkannya untuk semua hal, kecuali satu. KEYAKINAN. Hak asasi yang paling asasi, yang ga bisa ditawar2 lagi dan saatnya menyerah.

tapi saya yakin, pasti bisa kembali bangkit. pasti

 

pick me

wedding

wedding

Akhirnya aku berada di sini, bersama beberapa tamu yang mulai berdatangan dan beberapa kerabat & sanak saudaramu lalu lalang untuk memastikan semuanya akan berjalan lancar.

Aku duduk menenangkan diri. Mencoba memperlambat detak jantungku, mengatur adrenalinku dan menjaga semuanya agar bekerja dengan normal agar segenap perhatian penuh tertuju kepadamu.

Tuhan, aku seharusnya datang tidak sedini ini. Menunggu setengah jam acara dimulai bagaikan menunggu 1 abad.

Stupid!

Aku mengutuk diriku sendiri yang telah mempengaruhi otakku untuk melangkahkan kakiku ke tempat ini. Sama saja menggali kuburanku sendiri. Menatapmu menunggu mempelai wanita-cantikmu berjalan menuju altar, untuk saling mengucapkan janji setia sehidup semati

Continue reading